Jumat, 15 Juli 2011

Double Movement Al-Ikhlas (Hubungan antara Tauhid dan Pembebasan dalam konteks Ke Indonesiaan) Sebuah Kajian Hermeneutika

BAB I
LATAR BELAKANG MASALAH 
oleh : Yu'timaalahuyatazaka
State Islamic University Sunan Kalijaga ( UIN Sunan Kalijaga )

The article is arranged for Qoran and Learning process
Concentration of Islamic Education
Faculty of Tarbiya and Teaching


Daftar Isi
Pendahuluan.........................................................................................1
Bahasan Seputar Tafsir Al-Ikhlas .................................................................5
Analisis Historis-Sosiologis-Antropologis surat Al-Ikhlas .......................................10
Studi Mufrodat Al-Ikhlas............................................................................12
Konteks Makro-Mikro surat Al-Ikhlas .............................................................14
Kontekstualisasi Al-Ikhlas (kajian hermeneutika)................................................16
Kesimpulan............................................................................................20
Daftar Pustaka.......................................................................................21

A. Pendahuluan           
            Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi segenap umat manusia di dunia, yang di dalamnya terdapat berbagaimacam aturan, hukum, akhlaq, ilmu dan tekhnologi, sejarah dan ramalan masa depan. Al-Qur'an adalah kitab suci umat islam yang mengatur kehidupan manusia dan memberikan pencerahan bagi umat. Berbagai umat muslim di belahan dunia ini, merespon Al-qur'an dengan berbagaimacam cara, sebagai contoh di Indonesia berbagai cara umat islam di Indonesia merespon Al-qur'an dengan mentilawahkan Al-Qur'an, menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh penyakit, setiap ada acara-acara seperti Nuzul Al-Qur'an, Maulid Nabi selalu tidak terlupa dengan membaca Al-qur'an, Al-Qur'an sebagai jampi-jampi atau penolak bala.
            Selain tatacara di atas Al-Qur'an juga sering diambil ayat-ayatnya sebagai motivasi, seperti ayat "Inna ma'al usry yusro" ada juga yang mengambil ayat hanya untuk argumen debat, dalam bahasa Hasan Hanafi Al-Qur'an sebagai "Hujjah Jaddaliyah" (argumen polemis) untuk membenarkan pendapatnya sendiri, seperti perdebatan antara Hartono Ahmad Jaiz dan Ulil Abshar Abdalla, perdebatan dua varian pemikiran besar antara fundamental dan liberal. Di buku "Ada Pemurtadan di IAIN"  karya Hartono Ahmad Jaiz, disitu dikutip oleh penulis ayat-ayat Al-Qur'an sebagai benteng dan tandingan bagi orang-orang yang dianggap Hartono sebagai "Sosok-sosok nyeleneh di tubuh umat Islam" tak khayal orang-orang kondang seperti "Gusdur, Syafi'i ma'arif, Quraish Shihab dll" tidak lepas dari kritik orang-orang pinggiran, bahkan beberapa dosen dan guru besar di UIN Sunan Kalijaga seperti "Amin Abdullah dan Abdul Munir Mulkhan" pun tak lepas dari sasarannya.
            Seklumit realitas yang penulis paparkan diatas adalah merupakan respon aktif umat Islam di Indonesia terhadap Al-Qur'an, atau dalam bahasa  jurusan Tafsir Hadist  adalah "Living Qur'an", "Al-Qur'an in Everyday life", " Al-Qur'an yang Hidup" Bagaimana Al-Qur'an dapat membumi, bersatu dengan budaya, bersatu dalam realitas sosial, bersatu dalam sendi-sendi kehidupan umat. Umat muslim di Indonesia benar-benar mengamalkan jargon " Ar-Ruju' ila Quran wa Sunnah" tentunya menurut penulis jargon tersebut ada plus dan minusnya. Plusnya adalah Al-Qur'an dapat menjadikan petunjuk juga pegangan bagi umat tetapi minusnya banyak pemahaman-pemahaman, penafsiran-penafsiran yang berbeda sehingga menimbulkan konflik. Merasa tafsirnya paling benar, merasa pemahamannya paling benar dan benar-benar merasa di Ridloi oleh Tuhan atau dengan kata lain penafsirannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Ujung-ujungnya menyalahkan tafsir yang lain beserta methodologinya, menyalahkan pemahaman yang lain yang menggunakan pendekatan yang berbeda, dan berbeda epistemologis lalu dikafirkan. Saling menyalahkan dalam era kontemporer saat ini seperti dua varian pemikiran besar yaitu liberal dan fundamental, dalam bahasa klasiknya adalah Muktazilah dan Asy'Ariyah, Jabbariyah dan Qadariah, Ahlu Sunnah dan Syi'ah.
            Namun menurut penulis, sekiranya kejadian-kejadian diatas masih berkutat pada masalah teks Al-Qur'an. Teks menjadi tumpuan utama atau dalam bahasa Nasr Hamid Abu Zayd, adalah "Peradaban Teks" "Hadlarah Al-Nash". Sedangkan kita dituntut mendialektikakan antara epistemologis bayani-burhani-irfani seperti teori Abid Al-Jabiri. Mereka masih memperdebatkan masalah di seputar teks tanpa melihat realitas atau problem kontemporer yang terjadi di sekililing mereka, seperti "Kebebasan beragama, HAM, Pluralisme, Demokrasi, dsb" Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang multicultural yang berbeda sekali dengan Arab, dan Al-Qur'anpun sudah turun 14 abad yang lalu untuk memecahkan permasalahan yang terjadi pada waktu itu. Ini merupakan bukti bahwa Al-Qur'an akan selalu berdialektika dengan realitas sosial dan cultural terutama di Bangsa Arab pada waktu itu. Lalu mengapa Al-Qur'an tidak merespon problematika kontemporer saat ini, khususnya di Indonesia ?
            Di dalam makalah ini penulis memaparkan bagaimana wujud responsif Al-Qur'an dalam realitas bangsa Indonesia yang multikultural, terutama masalah tentang Ketauhidan seperti yang terkandung dalam Qs. Al-Ikhlas ayat 1-4. Al-Qur'an akan selalu berdialog sesuai dengan tuntutan zaman, maka Al-Qur'an akan selalu Shalih likulli zaman wa makan. Bagaimana seorang muslim yang mempunyai kitab suci Al-Qur'an mampu memecahkan masalah dengan menggunakan Al-Qur'an, seperti "kebebasan memeluk agama, kebebasan dari segala sektor yang membelenggu manusia (korupsi, kolusi dan nepotisme), karena pada dasarnya kandungan surat Al-Ikhlas adalah "Ketauhidan" dan hal ini identik dengan "Pembebasan" maka "Membebaskan manusia dari menyembah tuhan-tuhan "t" kecil menuju Tuhan "T" besar, Yang Satu, Tuhan Yang Esa yaitu Allah swt. Adapun penulisan ini masih banyak kekurangan, maka diperlukan adanya kritik dan saran dari pembaca.
B. Rumusan Masalah
  1. Bagaimana tuntunan Al-Qur'an terutama yang terdapat dalam surat Al-Ikhlas dalam menyangkut akhlaq individu dan sosial di dalam perspektif masa kini ?
  2. Bagaimana kontekstualisasi surat Al-Ikhlas yang berkaitan dengan akhlaq individu dan sosial dalam realitas kekinian?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
  1. Untuk mengetahui tuntunan Al-qur'an dalam surat Al-Ikhlas menyangkut tentang akhlaq individu dan sosial dalam perspektif kekinian
  2. Untuk mengetahui kontekstualisasi surat Al-Ikhlas yang berkaitan dengan akhlaq individu dan sosial dalam realitas kekinian
 KERANGKA BERFIKIR
1. Penulis mencoba membandingkan antara tafsir Buya Hamka (Al-Azhar) dengan tafsir Sayyd Qutb (Fi zilali al-Qur'an) yang membahas tentang Qs. Al-Ikhlas
2. Penulis mencoba menggunakan teori Double movement Fazlur Rahman, untuk memahami Al-Ikhlas secara kontekstual
3. Penulis mencoba menghubungkan antara tafsir Buya Hamka dan Sayyd Qutb dengan hermeneutika yang telah penulis hasilkan
4. Penulis mencoba mengkontekstualisasikan surat Al-Ikhlas dengan konteks Ke Indonesiaan

(Berangkat dari Pra-supposition penulis, (mengambil istilah Gadamer) dalam memahami teks maka pemahaman penulis  yang tadinya subyektif maka akan di obyektifkan melalui pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman, yang juga tidak lepas dari teori Hermeneutika Emilio Betti.Maka pemahaman yang penulis lakukan tidak lepas dari dunia text-author-reader, atau lingkaran hermeneutis) 

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Amin. Studi Agama Normativitas atau Historisitas. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. 1996
Faiz Fakhruddin. Hermeneutika Al-Qur'an, Tema-Tema Kontroversial. Yogyakarta. Elsaq Press. 2005
Madjid, Nur Kholis  dkk. Islam Universal. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. 2007
Saleh, Ahmad Syukri. Methodologi Tafsir Al-Qur'an Kontemporer dalam Pandangan Fazlur Rahman. Jambi. Sultan Thaha Press. 2007
Setyawan, Nur Kholis. Akar-Akar Pemikiran Progresif dalam Kajian Al-Qur'an. Yogyakarta. Elsaq Press. 2008
Suseno, Franz Magnis dkk. Memahami Hubungan antar Agama. Yogyakarta. Elsaq Press. 2007
Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. 2006
Syafrudin, Paradigma Tafsir Tekstual dan Kontekstual, Usaha Memaknai Kembali Pesan Al-Qur'an. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. 2009
Syafe'I Rahmat. Ilmu Ushul Fikih. Bandung. Pustaka Setia.
 Syukur, Suparman. Epistemology Islam Skolastik, Pengaruhnya Pada Pemikiran Islam Modern. Yogyakarta. Elsaq Press. 2007
www. Tafisr  Al-Azhar, Buya Hamka, surat Al-Ikhlas 1-4. html di akses pada 19 desember 2010
 www.jevuska.com/topic/tafsir+surah+al+ikhlas+sayyid+qutb.html. Diakses pada 19 desember 2010
www. Tafsir surat al-ikhlas, Wahidudin's we Living from the heart, html diakses pada 19 desember 2010
Syamil Qur'an, surat Al-Ikhlas
www. Wikipedia, ensiklopedi bebas surat al-ikhlas html diakses pada 17 desember 2010
www. Asyariyah.com, / www. Sejarah masyarakat mekah, by ustadz Qomar syuadi, html. Rahmat blog.di akses pada 26 desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar